Rabu, 06 Mei 2009

Memahami... Lebih...Lagi ^^


Menjadi perkasa karena suatu peristiwa
Menjadi tegar karena suatu pengalaman
Menjadi pintar karena bermula dari awal kebodohan
Menjadi cinta yang bermula dari kata suka bahkan dari kata benci

Indah, bila kita memahami itu
Bukan menyalahkan atau mempersalahkannya
Suatu kejadian yang kita hadapi detik demi detik
Suatu sebab akibat yang belum dipahami

Kenapa sebegitu dangkalnya ??
Suatu kejadian baik selalu bermuara pada Tuhan
dan sebaliknya
Suatu kejadian buruk selalu bermuara pada iblis
Sampai-sampai kedangkalan itu lupa akan sesuatu yang kita lakukan
dan lupa akan sesuatu yang seharusnya kita tuai

Terlalu banyak mitologi, kepercayaan yang kita agungkan
Tapi, sesungguhnya kita tidak memahami itu...
Apakah benar bila kita hanya menelan sesuatu dengan mentahnya...??
Hei... kita ini manusia, yang diberikan akal budi dan pikiran,
bukan sesosok kerbau yang tercambuk karena tidak mau menuruti perintah tuannya...

Sadari itu maka kamu mendapatkan sesuatu yang tidak terhingga nilainya...
Sadari itu maka kamu akan bersamanya dalam kasih setia...
^^


Sabtu, 21 Maret 2009

Suatu Kesadaran Jiwa


Indah, damai dan menyenangkan
Hal yg terutarakan dalam masa ini
Karena keberadaan aku sebagai jiwa
Yang berusaha mengingat kembali,
Apa yang seharusnya dilakukan

Kenapa harus sedih
Kenapa harus buruk
Kenapa harus takut
Karena kita bersamaNya
Bersama dengan kasih yang abadi

Menyadari keinginan jiwa yang murni
Dan bukan memungkirinya
Mengubah sudut pandang dari satu sisi menjadi beberapa sisi
Maka jiwamu akan bertumbuh, akan lebih memahami makna hidup
Dan biarlah pikiran, tubuh dan jiwa,
Akan kembali dengan utuh dan sempurna ke pangkuanNya

Ketidakpahaman


Malam terasa panjang dan semu
Semu bagai landasan tanpa penerangan
Ingin kuahiri malam ini dengan cepat
Tapi ketidaksanggupan mata menghalangi

Tik, tik, tik detak waktu berjalan
Berjalan..?? kenapa tidak berlari??
Beberapa sikap kacau dari pemungkiran rasa
Tapi memang ini yang terjadi

Aku.. terkadang menjadi saya
dan sebenarnya siapa saya ?
Suatu jiwa yg selalu bergejolak
Karena peristiwa yang terjadi karena asumsi manusia

Berusaha membendung rasa
Rasa yang mempunyai esensi kasih individu
dan biarlah ini terjadi
Karena ada beberapa jiwa yang terlibat

Dan akhirnya muncul menjadi suatu sikap dingin
Tanpa kehangatan dan keteduhan
dan tanpa menyesal aku menghadapinya
Karena aku bersamanya ( God )

Maaf mungkin karena sikapku
Maaf mungkin karena ketidakpahamanku
Tapi apa karena inginnya
Itu lebih baik kelihatanya
Karena aku tidak suka menyakiti jiwa

Jumat, 13 Maret 2009

Gelisah

Entah kenapa, tapi menjadikan tubuh bergetar....
Masalah atau bukan, akupun tidak paham
Kepekaan yang terkadang agak mengganggu jiwa
Tapi ini tetap pemberianNya

Entah kujadikan beban atau tidak
Entah kuacuhkan atau sadari
Baru siang ini aku mulai rasakan
Seperti biasa, gelisah dan resah

Ya, akan kutunggu jawabanya
Peristiwa apakah?
Sikap seperti apa?
Mulai melihat sekeliling dan waspada

Biarlah diriku menjadi cermin
Selalu memantulkan dan menyelaraskan
Bukan melebihkan atau mengurangi
Maka jiwaku akan bertumbuh dari peristiwa ini.

Jumat, 27 Februari 2009

Neokolonialisme Global dan Politik Identitas

Kolonialisme apakah masih berlaku di Indonesia, apakah kita sudah merdeka sepenuhnya?? secara fisik tapi belum secara identitas jiwa. jejak kolonialisme pada umumnya bergerak di sekitar persoalan identitas. Dibawah panji Globalisasi, feodalisme kolonial negara-negara eksploiter yang kaya raya telah melakukan pemaksaan melalui mekanisme pasar di seluruh dunia ketiga. Mirip dengan yang terjadi di zaman kolonialisme, hubungan antara negara kaya dengan dunia ketiga sangat bersifat dominasi bukan kritis dialektis. Situasi yang mereka ciptakan telah memproduksi konsekuensi-konsekuensi yang menggilas pluralisme bangsa.

Di zaman dunia transnasional seperti sekarang, kapitalisme media membentuk cara pandang kita terhadap dunia, kesadaran kita terhadap masalah kelas, identitas, gambar diri, nilai-nilai hidup: hal yang dianggap baik
atau buruk, positif atau negatif, moralitas atau kejahatan. Media menyediakan simbol, mitos, dan sumber-sumber melalui budaya yang dianggap umum dan melalui apropriasi dimana kita menjadi bagian dari budaya tersebut.

Di Asia, keterpesonaan terhadap Barat ini hampir merata dialami oleh setiap negara, tidak terkecuali juga dialami oleh tiga negara maju di asia, yaitu Korea utara, singapura, dan Taiwan(Hongkong). Di Singapura, misalnya, keterpesonaan ini diekspresikan salah satunya melalui hal-hal superfisial seperti penampilan tubuh, yaitu prefensi pada kulit putih, cat rambut,
pakaian ala barat, dan gaya hidup liberal lainnya. Di Indonesia, budaya massa Amerika mendominasi pola hidup dan cara pandang terhadap dunia pada kaum generasi muda da sebagai keturunan generasi yang dilahirkan dan dibesarkan oleh domestifikasi orde baru, perempuan dan/ atau laki-laki, kita tidak memiliki tradisi berpikir dialektis. Hasilnya sekarang, saat politik
budaya beralih rupa menjadi kapitalisme dan feodalisme global, kita terjebak didalamnya. Banyak kaum perempuan tanpa disadari terjebak pada kepentingan-kepentingan dan konpensasi-konpensasi sesaat, pria yang terjebak dengan budaya konsumtif dan berbagai macam lainnya.

Mungkin hanya Jepang yang masih mempunyai suatu identitas diri yang sangat menonjol dan memang patut diakui dunia (Budaya KAWAII). Mereka memodernisasi budaya asli menjadi lebih pantas dimata masyarakat dunia, seperti pergerakan mereka di dunia fashion yang terkenal HOT VS CUTE ( Barat VS Jepang ).
Apakah kita sudah siap dengan alur Globalisasi ini??
Atau kita harus terhempas dari alur ini atau ikut memperbaharuinya??
Apakah modernisasi hanya kita pahami dalam bentuk gaya hidup dan fashion yang sebenarnya bukan dari identitas asli negara kita??

Ada baiknya kita juga memodernisasi gaya berpikir kita, bukan menjiplak tetapi memperbaruinya dan tanpa meninggalkan identitas asli kita.
Sadari bahwa kita secara tidak sadar sudah terjajah dalam keidentitasan bangsa dan cara berfikir, dan perlu disadari juga budaya kita yang bersifat ketimuran jauh lebih membumi dan baik dari mereka.

Rabu, 18 Februari 2009

Thank's Boss


Sekitar pukul 1 dini hari
hujan deras membasahi tempatku bernaung.
Terlihat dari jendela kamarku,
gemericik air, hawa kesejukan dan ketenangan hati.

Suatu anugerah yang tidak bisa dilukiskan
Seraya membuat hidup ini sempurna
Ingin selalu kubersyukur kepadamu
Tapi kekhilafanku kadang mengambil alih

Biarlah aku belajar selalu bersyukur
Karena hanya itu yang patut kupersembahkan
Tiada apapun yang dapat mengantikan kesemuanya
Nafasku, sehatku, berkatmu, dan kesemuanya

Tuhan terima kasih.. ^^

Sisi baru seraya telah muncul
Seakan masalahku terhempas oleh si angin
Kedamaian memenuhi setiap relung hati
Dan spirit kemenangan hadir bersanding

Biarlah Dia yg berencana
Dan aku yang menjalankan
Itulah jiwaku...

Thank's for your blessing and your spirit Father...
^_^

Sabtu, 07 Februari 2009

Mata Jiwa

Membaca adalah jendela dunia...
ya.. bila bukan entitas Tuhan yang dipertanyakan
pikiran, tubuh, dan jiwaku terkuras untuk mengetahui
dan hanya ini yang sampai membuatku linglung sesaat.

Tiang iman berdiri tegak menyatu dengan jiwa
dan tritunggal menjadi tuntunan.
manunggaling ingkang kawulo gusti
kata Syeikh Siti Jenar dan Kalijaga
ajaran cinta kasih Yesus dan Buddha
semua adalah tujuan akhir kita, seharusnya..

Pasrah itu bukan menyerah
bukan menjadi budak pikiran
bukan untuk dipermainkan rasa malas kita.
jujur, berusaha, tidak mengambil kepunyaan orang lain, dan berdoa.
jangan berkata pasrah sebelum melakukan itu.
ingat kita bisa merencanakan tapi tetap TUHAN yang memutuskan.

Hanya keradikalan pikiran dan jiwa dan bukan tubuh.
mencari jati diri jiwa, yang sudah teracuni dunia.
bukan hanya ritual fisik tetapi pahami maksudnya
dan bukan karena dosa
bukan karena neraka atau surga
tetapi karena cinta dan kasihmu akan TUHAN maka kamu akan bersama denganNYA...