Jumat, 05 September 2008

Sifat Tidak Egois

Seorang pria bernama Nyot2, seorang designer handal dari perusahaan baju RONCOT, suatu pagi bangundi rumah sakit khusus bagi para pemabuk. Dengan putus asa, dia memicingkan mata melihat dokter rumah sakit sambil mengerang, "Dok, sudah berapa kali aku berada disini?"

" Lima puluh kali! Sekarang kau tanaman kami yang sudah berumur setengah abad."
" Jadi, minuman keras bisa berakibat fatal bagi diriku?"
" Nyot," sahut si dokter dengan takzim, "waktunya tidak akan lama lagi sekarang."
" Nah," kata Nyot," bagaimana aku minta sedikit minuman keras lagi?"
" Kurasa boleh saja," kata si dokter setuju. " Tapi aku akan tawar menawar dulu denganmu. Ada pemuda dikamar sebelah yang keadaannya parah. Dia disini untuk yang pertama kalinya. Mungkin kalau kau menunjukan dirimu sebagai contoh yang buruk, kau akan bisa membuatnya takut sehingga dia bisa jera dan tidak mabuk-mabukan lagi seumur hidupnya."

Bukannya tersinggung, Nyot2 malah tampak tertarik. "Oke," katanya. " tapi, jangan lupa menyediakan minuman itu kalau aku kembali nanti."
pemuda itu yakin bahwa nasibnya memang jelek, dan Nyot2, yang menganggap dirinya seorang agnostik ( tidak perduli pada keberadaan Tuhan ), seakan tidak percaya mendengar dirinya membujuk pemuda itu untuk berpaling kepada kekuatan yang maha agung.

" Minuman keras adalah kekuatan diluar dirimu yang telah menguasai dirimu," begitu bujuknya." Hanya kekuatan luar tubuhmu pula yang dapat menolongmu. kalu kamu tidak ingin menyebutnya sebagai Tuhan, sebutlah kekuatan itu sebagai kebenaran. sebutannya tidak penting."

Apapun pengaruh ucapan pada pemuda itu, Nyot2 ternyata telah mengesankan dirinya sendiri. Setelah kembali ke kamarnya, dia lupa akan tawar menawarnya dengan dokter. Dia tidak pernah mendapatkan minuman keras yang dijanjikan itu. Dengan akhirnya memikirkan orang lain, dia telah membiarkan dirinya sendiri dipengaruhi oleh hukum tentang sifat tidak egois. pengaruh kejadian ini begitu hebatnya sehingga dia terus hidup dan menjadi pendiri gerakan yang paling efektif dalam memulihkan keyakinan- lembaga rehabilitasi para pecandu minuman keras.
------------------------------------------------------------------------------------------------

Ujian terberat yang dijalani nurani manusia mungkin adalah kesediyaannya untuk mengorbankan sesuatu hari ini untuk generasi yang akan datang, yang ucapan terimakasihnya tidak akan didengar.
- Gaylord Nelson -

Cinta

Cinta

Tentu saja, pemberian perhatian yang paling bermakna adalah menerima dan mencintai seseorang apa adanya.

Seorang profesor sosiologi yang masih muda mengajak mahasiswa yang diajarnya kedaerah kumuh di jakarta untuk mewawancarai dua ratus anak laki-laki dan meperkirakan peluang mereka di masa depan. Para masiswa itu, yang terkejut menyaksikan kondisi daerah kumuh itu, memperkirakan sekitar 90% dari anak laki-laki yang mereka wawancarai itu kelak akan menghabiskan waktu di penjara.
Dua puluh lima tahun kemudian, profesor yang sama menugasi kelompok mahasiswa lainnya mencari tahu bagaimana perkiraan tersebut. dari 190 anak lelaki yang berhasil diketahui keberadaanya, hanya empat orang yang pernah dipenjara.
Mengapa perkiraan itu meleset jauh? lebih dari 100 anak laki-laki yang sekarang sudah menkadi lelaki dewasa itu ingat pada seorang guru sekolah menengah, dia sebagai orang yang berhasil menimbulkan inspirasi dalam hidup mereka. Setelah dicari cukup lama, yang sekarang berusia tujuh puluh tahun, ditemukan. Namun, ketika ditanyakan mengenai pengaruhnya pada mantan murid-muridnya, dia kebingungan. "yang bisa kukatakan hanya lah," akhirnya dia menjawab," bahwa aku mencintai mereka semua.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Aku merasa ada langkah kaki mendekat. kurentangkan tanganku, begitulah barangkali yang kulakukan, untuk menyambut ibuku. Seseorang menyambut tanganku, dan aku direngkuh dan dipeluk erat kedalam pelukannya, wanita yang datang untuk mengungkapkan semua hal bagiku dan, yang terutama, mencintaiku.
- Helen Keller -

Di Lantai yg Sama Tingginya

katanya orang bangga karena kaya, atau pintar, atau tampan, atau cantik, padahal sebenarnya tidak begitu. Mereka bangga kalau lebih kaya, atau lebih pintar, atau lebih cantik jika dibandingkan dengan orang lain. boleh dikatakan hampir semua sifat jahat yang ditekan orang sampai ke sifat serakah ataupun egois adalah hasil dari keangkuhan.
- C. S. Lewis -