Kolonialisme apakah masih berlaku di Indonesia, apakah kita sudah merdeka sepenuhnya?? secara fisik tapi belum secara identitas jiwa. jejak kolonialisme pada umumnya bergerak di sekitar persoalan identitas. Dibawah panji Globalisasi, feodalisme kolonial negara-negara eksploiter yang kaya raya telah melakukan pemaksaan melalui mekanisme pasar di seluruh dunia ketiga. Mirip dengan yang terjadi di zaman kolonialisme, hubungan antara negara kaya dengan dunia ketiga sangat bersifat dominasi bukan kritis dialektis. Situasi yang mereka ciptakan telah memproduksi konsekuensi-konsekuensi yang menggilas pluralisme bangsa. Di zaman dunia transnasional seperti sekarang, kapitalisme media membentuk cara pandang kita terhadap dunia, kesadaran kita terhadap masalah kelas, identitas, gambar diri, nilai-nilai hidup: hal yang dianggap baik
atau buruk, positif atau negatif, moralitas atau kejahatan. Media menyediakan simbol, mitos, dan sumber-sumber melalui budaya yang dianggap umum dan melalui apropriasi dimana kita menjadi bagian dari budaya tersebut.
Di Asia, keterpesonaan terhadap Barat ini hampir merata dialami oleh setiap negara, tidak terkecuali juga dialami oleh tiga negara maju di asia, yaitu Korea utara, singapura, dan Taiwan(Hongkong). Di Singapura, misalnya, keterpesonaan ini diekspresikan salah satunya melalui hal-hal superfisial seperti penampilan tubuh, yaitu prefensi pada kulit putih, cat rambut,
pakaian ala barat, dan gaya hidup liberal lainnya. Di Indonesia, budaya massa Amerika mendominasi pola hidup dan cara pandang terhadap dunia pada kaum generasi muda da sebagai keturunan generasi yang dilahirkan dan dibesarkan oleh domestifikasi orde baru, perempuan dan/ atau laki-laki, kita tidak memiliki tradisi berpikir dialektis. Hasilnya sekarang, saat politik
budaya beralih rupa menjadi kapitalisme dan feodalisme global, kita terjebak didalamnya. Banyak kaum perempuan tanpa disadari terjebak pada kepentingan-kepentingan dan konpensasi-konpensasi sesaat, pria yang terjebak dengan budaya konsumtif dan berbagai macam lainnya.
Mungkin hanya Jepang yang masih mempunyai suatu identitas diri yang sangat menonjol dan memang patut diakui dunia (Budaya KAWAII). Mereka memodernisasi budaya asli menjadi lebih pantas dimata masyarakat dunia, seperti pergerakan mereka di dunia fashion yang terkenal HOT VS CUTE ( Barat VS Jepang ).
Apakah kita sudah siap dengan alur Globalisasi ini??
Atau kita harus terhempas dari alur ini atau ikut memperbaharuinya??
Apakah modernisasi hanya kita pahami dalam bentuk gaya hidup dan fashion yang sebenarnya bukan dari identitas asli negara kita??
Ada baiknya kita juga memodernisasi gaya berpikir kita, bukan menjiplak tetapi memperbaruinya dan tanpa meninggalkan identitas asli kita.
Sadari bahwa kita secara tidak sadar sudah terjajah dalam keidentitasan bangsa dan cara berfikir, dan perlu disadari juga budaya kita yang bersifat ketimuran jauh lebih membumi dan baik dari mereka.